Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

APBD Banten 2013 Sebesar Rp6 Triliun

Posted by Javawebmaster - 2 Desember 2012 - APBD Banten 2013 - No Comments

DPRD Banten mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten 2013 sebesar Rp6,052 triliun dalam paripurna DPRD Banten tentang pengesahan Raperda RAPBD 2013 menjadi Perda APBD 2013 di Ruang Paripurna DPRD Banten di Serang, Jumat (30/11).

Pelaksana Badan Anggaran (Banang) DPRD Banten Mediawarman mengatakan,  struktur APBD 2013 mengalami peningkatan 7,74% atau sebesar Rp410 miliar dibandingkan anggaran perubahan 2012 sebesar Rp5,66 triliun.

Mediawarman menjelaskan, dalam struktur APBD 2013, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp5,718 triliun, yang diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD) yang ditarget Rp3,577 triliun yang berasal dari pajak daerah Rp3,460 triliun, retribusi daerah Rp6,109 miliar, serta lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp74,950 miliar.

“Selain dari PAD, pendapatan daerah juga berasal dari dana perimbangan terdiri atas Rp1,008 triliun, dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp457 miliar, dana alokasi umum (DAU) RP617 miliar, serta dana alokasi khusus (DAK) Rp14,134 miliar,” kata Mediawarman,

Mediawarman menjelaskan, dari total anggaran APBD 2013, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh alokasi terbesar yakni Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) yang mencapai Rp2,9 triliun.

Mediawarman merinci, anggaran belanja daerah 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp389,2 miliar atau sebesar 6,87% dibandingkan dengan  APBD Perubahan 2012.  Adapun dalam APBD Banten 2013, belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,52 triliun yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp3,216 triliun, dan belanja langsung Rp2,835 triliun.

Menurut Mediawarman, alokasi belanja tidak langsung diperuntukkan untuk belanja pegawai, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada pemerintah kabupaten/kota, serta belanja bantuan keuangan kabupaten/kota.

Mediawarman mengkui pada APBD 2013 masih terjadi defisit sebesar Rp333, 3 miliar. Defisit ini akan ditutup dari pembiayaan ‘netto’ yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun angggaran 2012 sebesar Rp246,302 miliar. Sisanya diambil berasal dari pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal pemerintah daerah kepada BPR, LPK, serta PT Perusahaan Penjaminan Keuangan Daerah.  Belanja daerah APBD 2013 paling besar untuk sektor infrastruktur yang mencapai Rp1 trilun lebih.

Sementara,  Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam sambutannya mengatakan, peningkatan PAD yang mencapai Rp3,5 triliun, disamping untuk memperkuat keuangan Pemprov Banten semata, juga untuk memperkuat keuangan pemerintah kota dan kabupaten melalui sistem bagi hasil.

“Hal tersebut bisa dilihat dari peningkatan bagi hasil pajak provinsi kepada kabupaten dan kota yang pada tahun 2013 ditargetkan mencapai Rp1,2 triliun lebih,” kata Ratu Atut.

Menurut Ratu Atut, dengan telah disetujuinya APBD 2013 selanjutnya akan diajukan ke Kemendagri untuk dievaluasi. Dia berharap Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dapat diserahkan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran pada Desember, agar bisa dilaksanakan tepat pada awal tahun anggaran 2013