Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

14 Toko Obat Terancam Ditutup

Posted by Javawebmaster - 9 Februari 2012 - Berita Kota, Yogyakarta - No Comments

BERITA YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – Dinas Ketertiban (Dintib), Polresta Yogyakarta dan BPOM DIY mengamankan 30 produk obat vitalitas dan alat bantu seksual ilegal dari 14 toko obat. Para pengusaha yang ditengarai sebagai jaringan lama ini terancam dikenai sanksi berupa penutupan tempat usahanya.

Menurut Kepala Dintib, Suryanto, alat bantu seksual yang diamankan adalah boneka hingga kondom bergerigi yang digunakan pria. Sedangkan untuk wanita terdapat dildo dan pembesar payudara.

“Tujuh pemilik toko obat yang melanggar telah disidangkan. Enam melanggar Perda Izin Gangguan dan satu melanggar Perda Reklame,” kata Suryanto, Selasa (7/2).

Perangsang

Sementara itu, Kasi Penyidikan BPOM DIY, Bagus Hari Purnomo menambahkan, obat-obatan yang diamankan termasuk perangsang atau untuk mengatasi disfungsi ereksi. Kandungan di dalamnya relatif berbahaya dapat mengakibatkan hipertensi, sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga gangguan jantung.

“Di Indonesia memang ada yang legal, yakni, terdaftar di BPOM dan punya izin edar resmi. Kalau yang seperti ini mungkin di tempat asalnya legal, namun di sini tidak terdaftar, sehingga ilegal dan terlarang,” jelasnya.

Kasi Operasional Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Bayu Laksmono menambahkan, operasi sejenis sudah dilakukan sejak tahun 2009. Menurutnya ke 14 toko atau kios yang telah dibawa ke ranah pengadilan merupakan jaringan pemilik (pemain) lama yang berada di Demak. “Kami menargetkan menutup paksa semua tempat usaha itu. Kami masih meneruskan operasi, hingga semuanya ditutup,” tegasnya. (H50-15)

BERITA YOGYAKARTA

No comments

Tinggalkan Balasan