Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Bank Padi Mangkrak

Posted by Javawebmaster - 10 Februari 2012 - Berita Kota, Cilacap - No Comments

BERITA CILACAP

CILACAP- Program nasional Bank Padi senilai Rp1,2 miliar lebih di Cilacap tidak berjalan sejak kali pertama dicanangkan tahun 2005 lalu. Program yang digadang-gadang Kemen­terian Koperasi dan UKM mampu mening­katan kesejahteraan petani tersebut mangkrak akibat KUD Triwijaya yang ditunjuk sebagai pilot projek dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi semestinya.

KUD tersebut dianggap lebih asyik menjalankan peran sebagai mitra Bulog dalam hal pengadaan pangan ketimbang menjadi Bank Padi. Alhasil hingga kini kemanfaatan Bank Padi sama sekali belum dirasakan petani.

Anggota Komisi B DPRD Cilacap, Sutiyo, kemarin menuturkan saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu, KUD yang ditunjuk sebagai percontohan Bank Padi tingkat kabupaten itu tidak lebih hanya sekadar papan nama. Tidak ada aktivitas layaknya Bank padi. Otomatis fungsi sosialnya sebagai penolong petani tidak pernah dirasakan pula.

”Padahal dana yang digelontorkan tidak sedikit. Kalau tetap tidak berjalan seperti sekarang ini mubazir dana tersebut diberikan, karena tidak bisa dikelola dengan baik. Hanya fungsi bisnis yang dijalankan, sedangkan fungsi sosial tidak,” ungkapnya.

Diterangkan, berdirinya Bank Padi tidak lain karena melihat realitas kehidupan petani setiap kali panen raya tak selalu merupakan kisah bahagia. Situasi yang kerap terjadi adalah harga gabah jatuh, sehingga mereka merugi karena terpaksa mengijonkan hasil panennya.

Konsep yang diusung dalam program tersebut di antaranya mengupayakan setiap anggota menjual gabah ke KUD. Hal itu untuk menjamin harga agar tidak merugikan petani sebagai anggota.

Kemudian gabah yang telah diolah bisa disimpan atau dijual menunggu nilai jual dengan harga normal. Jika anggota perlu uang, bisa mengajukan pinjaman ke manajemen dengan sistem yang telah diatur.

Menurutnya, di saat musim paceklik seperti ini, seharusnya Bank Padi bisa lebih banyak berperan guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Ketua KUD Triwijayasari, Kasirin, membantah jika SDM KUD tidak mampu menjalankan program Bank Padi. Ketidakoptimalan lebih karena akibat tidak tersedianya sarana prasarana pendukung.

Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkop Cilacap, Yusuf Efendi, membenarkan jika kendala utama Bank Padi tersebut yakni sarana dan prasarana berupa gudang.  (H59-17)

BERITA CILACAP

No comments

Tinggalkan Balasan