Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Nongkrong di Tugumuda, Ditodong

Posted by Javawebmaster - 19 Maret 2012 - Berita Kota, Semarang - No Comments

Berita Semarang

SEMARANG – Hati-hati jika bepergian ke sekitar Tugumuda. Maksud hati ingin mencari hiburan malah bisa kena todong. Nasib apes dialami oleh Sutrimo (20), warga Jalan Depok dan kawannya, Muhammad Uut, pada Sabtu (17/3) sekitar pukul 20.00. Keduanya saat itu sedang menikmati malam Minggu dengan nongkrong di bundaran Tugumuda, tiba-tiba ditodong dengan senjata tajam oleh enam pemuda tak dikenal.

Meski tak sampai melukai, akibat kejadian itu Sutrimo dan Muhammad Uut kehilangan sepatu, telepon seluler dan sejumlah uang di saku mereka. ”Waktu itu kami habis jalan-jalan di Lawang Sewu, setelah itu nongkrong sebentar di bundaran Tugumuda. Tiba-tiba ada gerombolan anak muda yang datang meminta uang untuk makan,” jelas pemuda asal Kabupaten Grobogan itu saat melapor di Mapolrestabes, kemarin.

Karena tidak kenal, ia dan temannya tidak menghiraukan permintaan kelompok pemuda tersebut. Entah karena apa, tiba-tiba pemuda itu mengeluarkan senjata tajam dari sakunya langsung menodong dan menarik bajunya.
”Saya kaget dan takut, tidak bisa berbuat apa-apa. Selain kalah jumlah, mereka membawa senjata tajam. Kami berdua hanya bisa pasrah ketika  barang dan uang diminta,” tutur karyawan toko sepeda itu. Berhasil membawa barang dan uang hasil rampasan, lalu keenam pemuda itu kabur.

Dibacok

Di hari yang sama, tindak kriminal juga terjadi di tempat lain. Muhammad Nurseto (20) warga Mustokoweni Tengah juga mengalami nasib sial. Ia dibacok oleh tiga pemuda usai mengisi bensin di SPBU Indraprasta pada Sabtu (17/3) sekitar pukul 19.00. Salah satu pelaku sudah diketahui identitsnya, yakni Wahyudi warga Krobokan, Semarang Barat.

Korban yang menderita luka di leher dan kepala memar terpaksa mendapat perawatan. Diungkapkan, setelah mengisi bensin dan hendak keluar dari SPBU, tiba-tiba Wahyudi menghampiri dan melayangkan senjata tajam ke lehernya. ”Kejadiannya sangat cepat. Lalu dua teman Wahyudi ikut mengeroyok, saya jadi bulan-bulanan mereka karena kalah jumlah,” jelas Nurseto.

Tak hanya melukai, kawanan itu juga merampas handphone miliknya. Hingga kini, dua kasus tersebut tengah ditangani petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Semarang.