Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Pariwisata Cilacap Sulit Berkembang

Posted by Javawebmaster - 8 Februari 2012 - Berita Kota, Cilacap - No Comments

BERITA CILACAP

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sektor pariwisata Cilacap yang potensial dinilai akan sulit berkembang mengingat banyak kawasan yang pengelolaanya terbatas dan memiliki status kawasan pertahanan.

Banyak objek wisata termasuk pantai yang statusnya kerja sama dengan Kodam ini dibatasi hanya lima tahun kerja sama sehingga dinilai kurang menguntungkan bagi investor yang hendak masuk ke sana.

Usulan membentuk Badan Pengelola Fungsional Pariwisata agar bisa mengakselerasi pengembangan pariwisata di Pangandaran-Nusakambangan Cilacap mengemuka. Meski termasuk dalam Kawasan Destinasi Nasional (KDN), status tersebut dinilai belum mampu memberikan pengaruh kuat bagi sektor pariwisata Cilacap yang potensinya cukup besar.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Hadi Santoso mengungkapkan, persoalan kewenangan pengelolaan oleh Kemenkum HAM membuat Pemkab sedikit kesulitan dalam pengembangan wisatanya. Ini termasuk kawasan pantai dan objek wisata yang dikelola Kodam dengan hanya mengizinkan kontrak lima tahunan juga dinilai terlalu pendek dan kurang menguntungkan bagi investor.

“Persoalan lain adalah tingkat sedimentasi sangat tinggi hingga 1 juta m3 per tahun di Segara Anakan. Keterbatasan pengelolaan ini menjadi kendala padahal statusnya sudah KDN dan seharusnya menjadi prioritas destinasi Visit Jateng 2013 yang harus dibenahi,” jelas Hadi usai mendapat masukan dari daerah mengenai Penyusunan Raperda Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Provinsi Jateng, Selasa (17/1).

Ketua Komisi B, Wasiman menambahkan, ada 12 kawasan wisata potensial di antaranya Segara Anakan, Kampung Laut, Pantai Permisan, Pantai Rancababakan, Gua Masigitsela, Benteng Karang Bolong, Teluk Penyu, Benteng Pendem, dll. Masukan juga diperlukan dalam penyusunan Raperda mengingat ada destinasi Pangandaran dan Cilacap yang menjadi satu sehingga pengaturannya harus diperjelas.

“Harus ada kerja sama yang jelas antar daerah dan perlu dipikirkan juga investor yang masuk kalau perjanjiannya hanya lima tahun jelas kurang menguntungkan investor,” paparnya.

BERITA CILACAP

No comments

Tinggalkan Balasan