Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

PKL di Jalan Arteri Ditertibkan

Posted by Javawebmaster - 21 Maret 2012 - Berita Kota, Magelang - No Comments

MAGELANG-Satpol PP Kota Magelang mulai menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar jalan-jalan arteri. Seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sentot Alibasha. ‘’Setelah di jalan-jalan protokol mulai tertib, kami masuk ke jalan arteri,’’ kata Kepala Satpol PP Drs Singgih Indri Pranggana MM, kemarin.

Yang ditertibkan adalah tempat berjualan yang dibiarkan mangkrak dan tidak digunakan lagi oleh pemiliknya. ‘’Setelah tidak jualan ditinggal begitu saja. Tentu ini mengganggu kebersihan dan ketertiban kota,’’ ujarnya didampingi Kasi Penegakan Perda, R Jaka Prawiswara SSos MM.

Di Jalan Perintis Kemerdekaan terdapat 15 tempat berjualan PKL, yang digunakan hanya 8 buah. Tujuh tenda di antaranya  sudah tidak digunakan tetapi tidak dibongkar oleh pemiliknya. Itu yang dibongkar Satpol PP.

PKL yang masih berjualan di lokasi itu, lanjut Singgih, sudah dipanggil dan diberi penjelasan mereka tetap boleh berjualan tetapi harus menggunakan tenda bongkar pasang. ‘’Selesai jualan harus dibongkar supaya bersih.’’

Tandatangani Pernyataan

Dari delapan PKL itu, dua berasal warga  Pringsurat, Kabupaten Temanggung dan seorang dari Wonogiri. Selebihnya warga Kota Magelang. ‘’Mereka sudah menandatangani pernyataan mulai Kamis (22/3) sanggup berjualan menggunakan tenda bongkar pasang,’’ ungkapnya sambil menambahkan, PKL tersebut berjualan buah-buahan, gorengan, es degan, bakso, siomay, nasi rames dan lainnya.

Di Jalan Sentot Alibasha terdapat 16 tempat jualan. Yang masih digunakan sekitar 10 buah. Sisanya dibersihkan karena tidak digunakan lagi oleh pemiliknya. ‘’Bagi yang masih berjualan kami meminta supaya menggunakan tenda bongkar pasang.’’

Singgih menegaskan, pemkot tidak menggusur PKL hanya melakukan penataan supaya bersih dan tertib.

Selesai berjualan tenda harus dibongkar. Mereka tetap diizinkan berjualan pagi hari seperti yang dilakukan selama ini.