Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Rumah Hilang Terbawa Longsor

Posted by Javawebmaster - 8 Februari 2012 - Berita Kota, Kebumen - No Comments

BERITA KEBUMEN

KEBUMEN- Erosi Sungai Luk Ulo terus mengikis tebing dan mengakibatkan kerusakan di kawasan pemukiman.Sebuah rumah milik Supriyadi (50) alias Pawit warga RT 1 RW 02 Kelurahan Panjer, Kecamatan/Kabupaten Kebumen hilang setelah terbawa tebing yang longsor, Rabu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 itu. Sebab, sehari sebelum kejadian, rumah tersebut telah dikosongkan oleh pemiliknya. Pawit bersama istri dan dua anaknya mengungsi di rumah famili yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

“Firasat saya tidak enak, karena sudah ada pergeseran tanah. Secara naluri saya mengosongkan rumah dan mengungsi ke rumah saudara. Ternyata sehari kemudian rumah saya sudah hilang terbawa longsoran,” ujar Pawit saat ditemui Suara Merdeka di lokasi kejadian.

Selain menghilangkan rumah Pawit, mushala Al Hikmah yang berada disebelah rumah Pawit juga terancam longsor. Karena kondisi bangunan persis dia atas tebing, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, warga mengosongkan mushala tersebut.

Begitu juga rumah milik Mundiri (57) yang dikontrak oleh keluarga Arifin hanya tinggal tiga meter dari tebing sungai. Untuk itu warga menyarankan penghuni agar pindah, karena tidak menutup kemungkinan terjadi longsor susulan.

Pawit menyampaikan, banyak warga yang menyaksikan terjadinya tanah longsor tersebut. Sebab, dia bersama warga lainnya baru saja bergotong royong menurunkan atap rumah. Saat itu terjadi gemuruh tanah longsor yang membawa serta rumah yang dahulu masih berjarak 20 meter dari tebing Sungai Luk Ulo.

Relokasi Mushala

Meski tidak lagi memiliki rumah tinggal, pria yang juga imam mushala al Hikmah tersebut masih bersyukur, karena dia dan keluarga selamat. “Entah bagaimana jadinya, seandainya kemarin belum pindah,” ujar Pawit berharap ada pihak yang membantu meringankan bebannya.

Sementara itu, di wilayah RW II Kelurahan Panjer saja terdapat sekitar tujuh rumah warga yang terancam longsor akibat erosi Sungai Luk Ulo. Dari catatan Suara Merdeka, rumah Slamet(75) warga RT 01 RW 02 Kelurahan Panjer yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Pawit juga harus dikosongkan karena tanah longsor, 2 Januari lalu. (J19-84)

BERITA KEBUMEN

No comments

Tinggalkan Balasan