Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

KPU Solo Adakan Pendidikan Pemilih Perempuan

Posted by Javawebmaster - 14 Juli 2012 - Solo - No Comments

Komisi Pemilihan Umum Daerah Surakarta mengadakan pendidikan pemilihan umum untuk pemilih perempuan. Kegiatan ini dilakukan KPU bekerja sama dengan organisasi PKK.

Menurut Ketua KPU Surakarta Didik Wahyudiono, kegiatan pendidikan ini dilakukan pada
11, 17, dan 18 Juli 2012. “Tiap angkatan ada 40 peserta,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 13 Juli 2012.

Menurut dia, pendidikan seperti ini tidak hanya ditujukan ke calon kandidat, tapi juga ke calon pemilih. “Targetnya untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” ujarnya.

Dia menilai ibu-ibu PKK memiliki peran strategis dalam menggenjot angka partisipasi pemilih. Sebab mereka akan mengajak masyarakat lainnya untuk bersama-sama menyukseskan pemilihan umum. “Paling tidak ke keluarganya,” katanya.

Anggota KPU Surakarta, Patta Hindra Aryanto, mengatakan kelas pemilu tersebut tidak dimaksudkan untuk menyongsong pesta demokrasi tertentu. “Tidak secara khusus untuk pemilu presiden, pemilu legislatif, pemilihan gubernur atau wali kota,” ucapnya dalam kesempatan sama.

Materi yang diberikan seputar dasar-dasar kehidupan berdemokrasi, salah satunya diwujudkan dalam bentuk pemilihan umum yang melibatkan peran masyarakat. “Kami sampaikan bahwa dalam demokrasi dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. Contohnya dengan terlibat di pemilu,” katanya.

Selain itu, perempuan diharapkan untuk menjadi pemilih yang cerdas. Yaitu pemilih yang tidak terjebak pada janji-janji manis calon kandidat serta lebih mengedepankan rekam jejaknya selama ini. “Pemilih perempuan harus cerdas dan tidak asal menjatuhkan pilihan,” ucapnya.

Yang akan memberikan materi adalah anggota KPU Surakarta. Dia menyatakan kelas pemilu lebih banyak diisi diskusi dan tanya-jawab. Didik menyebutkan kegiatan kelas pemilu sudah dimulai pada tahun lalu. Pada 2011, pihaknya mengadakan kelas pemilu untuk guru pendidikan kewarganegaraan di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

“Diharapkan guru pendidikan kewarganegaraan meneruskan apa yang sudah disampaikan kepada para siswanya, yang sebagian besar adalah pemilih pemula,” katanya.