Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Mahasiswa Tutup Gerbang Balai Kota

Posted by Javawebmaster - 22 Maret 2012 - Solo - No Comments

Berita Solo

SOLO- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forbes BEM se-Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan BEM KM Universitas Diponegoro (Undip) menggelar unjuk rasa menolak rencana kenaikan BBM di halaman Balai Kota Surakarta, Rabu (21/3).

Demonstrasi itu diwarnai aksi penutupan pintu gerbang utama Balai Kota, serta blokade Jalan Jenderal Sudirman. Aksi itu  sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa, karena tidak berhasil menemui pejabat Pemkot.

Penutupan gerbang dan blokade jalan tersebut bermula saat sejumlah perwakilan pengunjukrasa memastikan, Wali Kota Joko Widodo maupun Wawali FX Hadi Rudyatmo, tidak bisa menemui mereka di halaman Balai Kota. Saat itu, demonstran tengah menggelar orasi penolakan rencana kenaikan BBM, yang bakal diberlakukan mulai April.

Kepastian ketidak hadiran duet pemimpin Kota Solo tersebut diperoleh, usai mahasiswa bernegosiasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP, yang mengawal aksi mereka.

“Ini adalah bentuk kekecewaan kami melihat sikap Pemkot. Selama ini, mereka selalu menggembar-gemborkan slogan, Solo adalah kota yang demokratis dan terus berkembang pesat. Tapi nyatanya, hari ini (kemarin-red), baik Wali Kota maupun Wakil Wali Kota tidak ada yang menemui kami,” tegas Presiden BEM UNS, Arif Satriantoro.

Padahal, imbuh Arif, mahasiswa hanya ingin meminta dukungan lisan Wali Kota Joko Widodo atau Wawali FX Hadi Rudyatmo, terkait aksi yang mereka lakukan.

Menyusahkan Rakyat

“Kenaikan BBM ini benar-benar tidak pro rakyat, khususnya rakyat miskin. Beban rakyat akan semakin berat karena harga barang-barang akan ikut naik.”

Akibat blokade Jalan Jenderal Sudirman, mulai perempatan Gedung Bank Indonesia (BI) hingga bundaran di depan Balai Kota, arus lalu-lintas dari arah utara terpaksa dialihkan ke Jalan Ronggowarsito dan Jalan Mayor Kusmanto. Namun penutupan gerbang Balai Kota tidak begitu berpengaruh, karena hanya ditutup sebagian.

“Balai Kota kami pilih karena menjadi simbol pemerintahan di Kota Solo. Karenanya, aksi hari ini (kemarin-red) dipusatkan di sini,” tegas Arif.

Perwakilan BEM KM Undip Nanda Hariyanto menambahkan, demonstrasi kemarin merupakan pengkondisian untuk aksi nasional, yang menurut rencana akan dilakukan di depan Istana Negara.

“Aspirasi yang kami sampaikan di sini mewakili suara masyarakat luas. Kami akan menggelar aksi berskala nasional di Jakarta, akhir Maret mendatang,” tandas dia.

sumber:SM