Jasa Pembuatan Web Kebumen,web design kebumen,Website Kebumen,Web design Kebumen Profesional,Web Design Yogyakarta,Pembuatan Website Yogyakarta

Korban Meninggal Bertambah

Posted by Javawebmaster - 19 Maret 2012 - Temanggung - No Comments

Berita Temanggung

-KLB Diare

TEMANGGUNG-Setelah satu anak bernama Sodikul Hadi (3,5) tahun meninggal dunia akibat diare di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, kini ada satu lagi korban meninggal karena penyakit yang sama. Korban tersebut adalah M Hamzah, balita berusia enam bulan.

“Satu lagi korban diare yang meninggal seorang balita berusia enam bulan, M Hamzah. Dia sebelumnya dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengamatan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Bidang Pengamatan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih, Jumat (16/3).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sedikitnya 72 warga Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung terserang diare. Penyakit ini kali pertama terdeteksi pada tanggal 1 Maret 2012. Akibat banyak penderita, penyakit ini dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dokter Suparjo mengatakan, dari hasil pengamatan lapangan dan penelitian, dapat didiagnosa penyebab diare adalah  pencemaran air yang dikonsumsi warga oleh bakteri E-coli tipe enteropatogenik.

Kebersihan Kurang

Dari hasil penelitian sampel air didapati kandungan bakteri E-coli sebesar 2.400 ppm per cc. Air tercemar berada di penampungan di pemukiman warga.

Penyebabnya, kata Suparjo, kurang terjaganya kebersihan sekitar rumah tinggal, hingga mengakibatkan air tercemar tinja, serta sampah organik.

Untuk menanggulangi penyakit tersebut, kemarin pihak Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat, dan mengadakan penyuluhan gerakan kebersihan lingkungan di Desa Bonjor.

Menurut Suparjo, upaya itu merupakan salah satu langkah preventif, selain usaha penanggulangan diare yang sudah terjadi.

Di Desa Bonjor sendiri sampai saat ini telah didirikan posko penanganan diare, yang bertempat di Poliklinik Kesehatan Desa. Keberadaan posko diperkirakan sampai diare ini benar-benar hilang.

Sumber:SM